Oleh :Rochmat Priyadhi
secuil hati kita ada yang hilang
bukan entah kemana, tapi sudah jelas kemana rimbanya.
secuil hati telah pergi.
asa dan senyum menjadi warisan untuk kami titi.
secuil hati yang dirindukan.
kelak muncul ribuan bahkan jutaan pengganti
yang hatinya, mendidih melihat keadaan ini
yang jiwanya, siap bekerja untuk negeri.
secuil hati yang menyeret bagian hati lainnya.
haru seketika...
lalu sadar bahwa kitalah penggantinya
siapkah?
(in memoriam Ustzdh YY)
21 Mei 2011
21 Mei 2011
Kontibutor: Rochmat Priyadhi







0 komentar:
Posting Komentar